Persib Lawan Persija Digelar 17 Januari

SULANJANA,(GM)-
Ketika pelaksanaan duel klasik antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 belum ada kepastian tempat, tim Persib U-21 sudah mendapatkan kepastian bisa tetap tampil di Bandung, meski waktu pelaksanaannya diundur dari 9 Januari ke 17 Januari 2010. Sementara itu, hingga Selasa (29/12), pihak Panpel Persib dan PT PBB masih memperjuangkan laga Persib-Persija bisa tetap dimainkan di Bandung.
Paling tidak, kepastian untuk tim Persib U-21 itu didapatkan setelah PT Liga Indonesia (LI) mengeluarkan surat persetujuan untuk mengundurkan pertandingan Persib U-21 melawan Persija U-21 ke tanggal 17 Januari 2010. "Surat persetujuan dari PT LI sudah kita terima hari ini (kemarin, red)," kata Wakil Ketua Panpel Persib, Merdi Hajiji di Kantor Klub Persib, Jln. Sulanjana No. 17 Bandung, Selasa (29/12).
Seperti diberitakan "GM" sebelumnya, karena terimbas larangan Muspida Kab. Bandung yang melarang laga Persib kontra Persija di LSI 2009/2010, Panpel Persib mengajukan surat permohonan agar laga Persib U-21 yang dijadwalkan bertanding pada hari yang sama dengan seniornya, diundurkan.
Dengan adanya surat persetujuan dari PT LI itu, berarti Persib U-21 asuhan Mustika Hadi akan menjamu PSPS Pekanbaru terlebih dahulu pada 12 Januari 2010 sebelum menghadapi Persija U-21.
Masih negosiasi
Sementara itu di tempat yang sama, Direktur Utama PT PBB, Umuh Muchtar mengatakan, hingga Selasa (29/12), pihaknya dan Panpel Persib masih terus bernegosiasi dengan pihak keamanan dan Pemkab Bandung, terkait dengan kemungkinan bisa menggelar laga Persib melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung. Umuh berharap dalam beberapa hari ke depan, sudah ada kabar menggembirakan.
"Berdasarkan informasi yang saya terima, pihak keamanan dan Muspida Kab. Bandung juga masih akan mengadakan rapat lagi membahas persoalan ini. Hari Senin (4/1), kita juga akan mengadakan pembicaraan lagi. Tapi, saya berharap,sudah ada kepastian lebih cepat," kata Umuh, yang pada Rabu (30/12) ini akan terbang ke Singapura, untuk sebuah urusan yang tidak disebutkannya.
klik-galamedia.com
Proposal Persib ”Juara” Beredar

Nama Dirut dan PT PBB Dicatut
SULANJANA,(GM)-
Direktur Utama (Dirut) PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), H. Umuh Muchtar merasa namanya telah dicatut sebuah even organizer yang sudah menyebarkan proposal untuk sebuah acara. Sebab baik secara pribadi maupun lembaga, Umuh mengaku tidak pernah menandatangani surat persetujuan kepada even organizer itu untuk menggelar acara tersebut.
"Sebenarnya acara yang digelar, yaitu membagi-bagikan bola ke sekolah-sekolah itu bagus. Yang menjadi persoalan, saya dan PT PBB tidak pernah merasa menandatangani surat persetujuan acara tersebut. Ini pencatutan nama saya dan PT PBB," kata Umuh di Kafe Persib, Jln. Sulanjana No. 17 Bandung, Selasa (29/12).
Dijelaskan Umuh, ia mendapatkan laporan adanya proposal yang menyertakan surat persetujuan, lengkap dengan tanda tangannya untuk mengadakan acara tersebut, dari seorang rekannya di sebuah dealer mobil sekitar seminggu yang lalu. Menurut laporan temannya itu, proposal yang meminta sumbangan minimal 5 buah bola tersebut sudah beredar di 37 dealer salah satu merek mobil terkenal.
"Saya tidak merasa menandatangani surat persetujuan itu. Apalagi di dalam proposal disebutkan, acara tersebut akan digelar dalam rangka menyambut Persib juara Liga Super Indonesia 2009. Itu 'kan namanya takabur. Saya pastikan PT PBB tidak tahu menahu soal acara tersebut," katanya.
Laporkan saja
Dikatakan Umuh, di antara 37 dealer yang mendapatkan proposal yang beralamat di Jln. A. Yani Bandung itu, ada yang sudah memberikan sumbangan. Di luar 37 dealer tersebut, Umuh mengaku belum mengetahui instansi lain yang mendapatkan proposal serupa.
"Veby (Permadi, Direktur Pemasaran PT PBB, red) sudah bertemu dengan orang yang namanya ada dalam proposal tersebut. Kepada Veby, dia berjanji menarik proposal-proposal yang kadung beredar itu. Tapi saya mendapatkan banyak laporan, termasuk dari Yusuf Bachtiar (Asisten Pelatih Persib, red), proposal itu masih beredar hingga hari ini (kemarin, red)," katanya.
Kendati nama dan PT PBB sudah dicatut, namun Umuh belum berniat melaporkannya kepada pihak berwajib. Hanya saja, Umuh mengimbau kepada perusahaan dan instansi pemerintah yang mendapatkan proposal tersebut untuk berhati-hati dan bila perlu melaporkannya kepada pihak berwajib.
"Kepada perusahaan dan instansi pemerintah, saya dan PT PBB tidak merasa telah memberikan persetujuan kepada penyelenggara acara itu. Kalau ada yang masih menerima proposal itu, sebaiknya berhati-hati dan bila perlu, laporkan saja kepada yang berwajib," katanya.
klik-galamedia.com
Persib Turunkan Target

Catatan kurang meyakinkan yang ditorehkan Persib selama mengawali musim kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 membuat manajemen menurunkan target yang mesti dibidik "Pangeran Biru". Jika sebelumnya manajemen selalu sesumbar Persib harus menjuarai LSI musim ini, setelah menilik prestasi Persib yang saat ini tertahan di papan tengah, Manajer Persib Umuh Muchtar pun mengatakan tidak akan terlalu membenani tim untuk memburu gelar juara, tetapi cukup tidak terdegradasi.
"Saya mendapat tekanan dari konsorsium yang kecewa dengan grafik permainan yang diperlihatkan Persib. Mereka meminta Persib harus segera keluar dari performa inkonsisten seperti ini supaya tidak terdegradasi. Di musim mendatang baru kembali membidik juara seiring dengan serangkaian perubahan lebih baik yang akan dilakukan," tutur Umuh saat ditemui di Stadion Persib Jalan Ahmad Yani Bandung, Senin (28/12).
Walaupun tidak lagi membebani target juara, bukan berarti tim dapat berleha-leha melakoni sisa kompetisi musim ini yang masih cukup panjang. Sebab tanpa memperlihatkan perbaikan prestasi, bukan tidak mungkin konsorsium dan sponsor yang selama ini menjadi penyokong utama pembiayaan operasional Persib bisa lari.
Untuk itu, Umuh meminta tim serius memperbaiki performanya. Sebab, penampilan mereka hingga jeda ke putaran kedua nanti akan terus dipantau dan dinilai. Jika prestasi Persib tetap jeblok dikarenakan ada komponen tim yang tidak dapat memperlihatkan kontribusi positif, maka yang bersangkutan harus siap bertanggung jawab. Vonis berupa pemecatan pun sudah menanti.
"Hal ini berlaku untuk semua, mulai dari pelatih, asisten, dan tentunya pemain. Siapa yang tetap buruk performanya harus siap angkat kaki," ucap Umuh lagi.
Sebenarnya, saat ini pun ia sudah mengantongi beberapa nama yang akan mendapat pemantauan lebih intensif. Namun ia enggan memberitahukannya demi alasan kondusivitas di tubuh tim. Umuh juga enggan membocorkan nama-nama yang sudah disiapkannya untuk mengganti mereka yang nantinya terdepak.
"Nanti saja di putaran kedua karena perburuan juga masih terus dilakukan, utamanya untuk menyiapkan calon pengganti Suchao dan Kosin jika mereka jadi ditarik kembali klub asalnya," ucap Umuh.
Di tengah kritik keras yang selama ini ditujukan kepada tim, Pelatih Jaya Hartono harus bisa tetap tenang mempersiapkan kekuatan timnya yang dalam waktu dekat akan berhadapan dengan sang musuh bebuyutan Persija Jakarta 9 Januari mendatang. Apalagi tujuh pemain intinya harus kembali absen berlatih mempersiapkan diri bersama rekannya yang lain.
Budi Sudarsono, Eka Ramdani, Hariono, dan Nova Arianto harus bergabung dengan tim nasional yang dalam waktu dekat akan berhadapan dengan Oman. Dua pemain Thailand pun kembali ke negaranya untuk bersiap diri dengan tim nasional. Sementara Hilton Moreira masih berada di Brasil untuk menjenguk keluarganya.
"Benar-benar dilema. Baik tim maupun timnas sama-sama akan menghadapi pertandingan yang penting. Saya hanya berharap mereka yang memperkuat timnas bisa tetap berada dalam kondisi fit saat kembali ke tim," ucapnya.
Dalam kondisi demikian, Jaya kembali menekankan, ia belum berani mengambil risiko mempercayai pemain lapis kedua untuk menjadi kekuatan inti saat menjamu Persija nanti. "Itu terlalu berisiko, kalau hasilnya mengecewakan pasti pelatih yang harus menanggung akibatnya," ucapnya.
Meski dengan kekuatan seadanya, Jaya akan tetap mempersiapkan pemain yang ada dengan mulai menggelar latihan rutin dua kali setiap harinya. Sesi latihan Senin (28/12) sore ditiadakan karena ada evaluasi internal. Selasa (29/12) pagi, pemain direncanakan menjalani program fitness di Sport Center Batununggal dan sorenya berlatih kembali seperti biasa di Stadion Persib. (A-184
Source: persib-bandung.or.id
Persib VS Persija Butuh Pengamanan Lebih

Panitia pelaksana (panpel) pertandingan masih terus mengusahakan laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta bisa tetap digelar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang. Koordinasi dengan sejumlah pihak gencar dijalin dengan harapan keputusan bersama unsur musyawarah pimpinan daerah Kabupaten Bandung yang melarang Persib menggelar partai bergengsi dengan sang musuh bebuyutan di Stadion Si Jalak Harupat bisa direvisi.
"Kami akan terus meyakinkan mereka kalau partai tersebut dapat diselenggarakan dengan aman dan lancar. Bagaimanapun juga kami ingin membuat tim dan bobotoh sama-sama nyaman. Tim dapat menggelar laga kandang tanpa perlu jauh-jauh ke luar kota dan bobotoh pun bisa tetap memberikan dukungan langsung saat partai bergengsi itu digelar," tutur Sekretaris Panpel Budi Bram Rachman.
Beragam langkah antisipasi kerusuhan yang ditakutkan banyak pihak sudah mulai disiapkan. Di antaranya dengan meminta kepada pihak pengamanan untuk mempersiapkan kekuatan personel yang lebih banyak daripada saat mengawal pertandingan-pertandingan Persib sebelumnya.
Selain itu, ia pun akan melakukan pendekatan kepada bobotoh sekaligus meminta pengertian mereka untuk tidak berbuat onar. Dengan demikian, publik akan tahu bahwa bobotoh bisa berlaku tertib dan diharapkan di kemudian hari pelarangan seperti ini di pertandingan lainnya tidak akan lagi terjadi.
Jaminan senada juga disampaikan Manajer Persib Umuh Muchtar. "Kalau sampai ada kerusakan saat pertandingan Persib melawan Persija nanti, saya siap bertanggung jawab. Saya yakin bobotoh juga kini sudah dewasa dan tidak akan melakukan perbuatan yang akan merugikan," ucapnya.
Lagi pula, menurut Umuh, ia yakin tidak akan ada seorang Jakmania pun yang berani datang ke Bandung. Kalau sudah demikian tidak akan ada pula asalan yang dapat memancing amarah bobotoh untuk berbuat tindakan anarkistis. Bahkan kalau perlu, bobotoh yang datang ke stadion bisa saja diminta untuk menanggalkan semua atribut berbau Persib yang biasa
mereka gunakan.
Hasil pendekatan kepada berbagai pihak itu akan diputuskan Selasa (29/12). Jika pada akhirnya tetap dilarang, panpel akan mulai bergerak menyurvei stadion-stadion yang diajukan PT Liga Indonesia sebelum menentukan pilihan tempat yang akan digunakan sebagai kandang sementara. (A-184)
Source: persib-bandung.or.id
Muspida Kab. Bandung Dinilai Berlebihan

BLK. FACTORY,(GM)-
Keputusan pelarangan pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta oleh Muspida Kab. Bandung dianggap berlebihan. Kekhawatiran munculnya kerusuhan seharusnya bisa dipecahkan dengan adanya pengaturan penempatan personel keamanan.
"Selama ini di dalam stadion tidak pernah ada kerusuhan. Penonton di stadion sudah cukup dewasa dalam bertindak," ujar pentolan Viking Persib Fans Club, Ayi Beutik kepada "GM", Minggu (27/12).
Namun diakuinya, pertandingan El Clasico Persib melawan Persija memang akan sangat menyedot perhatian bobotoh.
Hal yang perlu diperhatikan petugas keamanan, yaitu saat bobotoh menuju dan pulang dari stadion. Di saat itulah sering terjadi gesekan antara bobotoh dengan warga yang dilaluinya. Untuk itu, Ayi menyarankan agar petugas keamanan dapat ditempatkan di jalan-jalan menuju stadion.
"Tempatkan saja polisi di jalan-jalan yang mungkin dilalui bobotoh. Karena memang ada oknum bobotoh yang sering ugal-ugalan dalam mengendarai kendaraan dan dapat memicu gesekan dengan warga. Ini yang belum dilakukan polisi selama ini. Jika itu dilakukan, tidak akan ada gesekan antara bobotoh dengan warga," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana Persib Bandung, Budi Bram bertekad akan terus mengupayakan agar pertandingan dapat digelar di Stadion Si Jalak Haruat Kab. Bandung.
"Kita akan berusaha agar tetap digelar sesuai rencana semula hingga memang benar-benar tidak dapat digelar di sana," tekadnya. Budi pun mengaku, panpel akan melakukan lobi dengan Muspida Kab. Bandung.
klik-galamedia.com
Manajemen Persib Harus Temukan Akar Masalah

BLK. FACTORY,(GM)-
Manajemen Persib Bandung harus menemukan akar permasalahan yang menyebabkan tim kebanggaan Jawa Barat ini menjadi terpuruk. Pasalnya salah memberi "obat" Persib bisa makin terpuruk.
Demikian diungkapkan dua mantan bintang Persib, Risnandar dan Bambang Sukowiyono kepada "GM", Minggu (27/12).
"Seperti ada sesuatu yang salah di tubuh Persib. Ini harus dicari penyebabnya. Harus segera diselesaikan agar tidak semakin memburuk," ujar Risnandar.
Menurutnya, Persib sebenarnya telah bermain cukup bagus. Di laga kandang, Persib selalu berhasil meraih poin penuh. Bahkan di beberapa laga tandang, Persib telah menunjukkan kualitasnya. Meski kalah, saat melawan Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC, Persib bermain cemerlang.
"Tetapi kenapa saat melawan Persema Malang bisa kalah besar? Ini harus dievaluasi manajemen. Mungkin secara teknis ada yang harus diperbaiki," katanya.
Sementara itu, Bambang Sukowiyono mengatakan, masih belum stabilnya penampilan Persib lebih dikarenakan masih lemahnya mental dan moral bertanding para pemain. Para pemain belum menyiapkan dirinya untuk berjuang di kompetisi yang panjang dan padat.
Padahal, lanjut Suko, dukungan dari manajemen dan bobotoh tidak perlu diragukan lagi. Manajemen bahkan telah siap memberikan bonus kepada pemain jika bisa berhasil memenangkan pertandingan. Sedangkan bobotoh pun selalu hadir di pinggir lapangan.
"Dengan dua dukungan tersebut seharusnya mental dan moral bertarung para pemain tidak surut. Mereka (pemain, red) bisa berhasil menahan Persipura dan Sriwijaya. Kenapa itu tidak bisa dipertahankan," ujarnya.
Namun itu hanyalah salah satu yang harus dibenahi Persib. Menurutnya, manajemen harus tepat dalam mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi Persib. Salah dalam mengambil langkah, Persib bisa semakin terpuruk.
"Liga masih panjang. Namun jika salah mengidentifikasi masalah, bisa meyebabkan Persib semakin terpuruk," katanya.
Suchao dan Kosin
Terkait dengan akan hengkangnya gelandang Suchao Nuchnum dan kiper Sinthavechai "Kosin" Hathairattanakool pada putaran II mendatang, Risnadar dan Suko berharap manajemen segera mengambil langkah-langkah strategis.
"Ini salah satu bukti Persib memiliki ketergantungan terhadap salah satu pemain. Seharusnya hal itu tidak terjadi karena sepek bola merupakan permainan kolektif. Pelatih harus mau melakukan rotasi pemain agar semua memperoleh kesempatan bermain," kata Risnandar.
Karenanya, lanjut Risnandar, ini juga menjadi salah satu agenda yang harus dipecahkan.
Sedangkan menurut Suko, rencana keluarnya Suchao dan Kosin harus segera dipikirkan manajemen. Mumpung masih ada waktu, manajemen harus mencoba menjajaki sejumlah kemungkinan.
"Ini memang satu pekerjaan rumah bagi manajemen. Jika dianggap perlu, harus dicarikan penggantinya di jeda putaran kedua nanti," ujar Suko.
klik-galamedia.com
Butuh "Pelayan" atau Sudah Habis?

MUSIM lalu, Rafael Alves Bastos mencatat prestasi fenomenal. Striker asal Brasil itu mampu mencetak 8 gol dalam 11 laga pembuka Persib Bandung. Sejak era Liga Indonesia (LI), itulah rekor gol terbanyak yang dibuat seorang pemain Persib dalam 11 laga pembuka. Rekor sebelumnya dipegang Christian Bekamenga (Kamerun) yang mencetak 7 gol pada LI XIII/2007.
Anehnya, banyak yang mencibir prestasi Bastos, termasuk di internal tim. Alasannya, setengah dari jumlah gol Bastos berasal dari titik penalti. Entah ada kaitannya dengan gol penalti atau tidak, pada laga-laga berikutnya, di putaran kedua setelah hadir Cristian Gonzales, Bastos lebih banyak duduk di bangku cadangan. Meski demikian, Bastos sempat menambah dua gol hingga akhir musim.
Jika Bastos yang mencetak rekor bagus saja mendapat cibiran, bagaimana dengan rekor buruk striker Persib pada musim ini?
Sejak Maciej Dolega (Polandia) gagal mencetak gol dalam 11 laga pembuka Persib pada LI IX/2003, baru pada Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 inilah, kontribusi gol striker asing Persib sangat minim. Sejauh ini, duet Hilton Moreira dan Cristian Gonzales baru menyumbangkan 3 gol, dua di antaranya oleh Hilton.
Jumlah gol striker asing kali ini lebih sedikit ketimbang Christian Bekamenga pada LI XIII/2007 (7 gol), Redouane Barkaoui pada LI XII/2006 (4), Ekene Michael Ikenwa pada LI XI/2005 (6), dan Adrian Colombo (6) serta Julio Lopes (11) di 11 laga awal LI X/2004.
Untuk Hilton, sorotan publik tidak terlalu tajam. Selain sudah mengemas dua gol, jumlah tersebut pun tidak terlalu beda jauh dengan catatannya musim lalu (3 gol). Musim lalu, Hilton baru tancap gas di putaran kedua hingga menjadi pencetak gol tersubur Persib dengan 16 gol. Sorotan dan pertanyaan justru tertuju ke Gonzales yang musim lalu mencetak 14 gol untuk Persib dalam setengah musim. Ada apa dengan Gonzales?
Banyak yang menduga, paceklik gol Gonzales disebabkan tidak adanya gelandang pelayan buatnya, setelah Lorenzo Cabanas tak dipertahankan Persib. Sebab, tipikal gelandang Persib saat ini seperti Eka Ramdani dan Suchao Nuchnum adalah pemain yang lebih cenderung suka "bermain", ketimbang melayani macam Cabanas atau Ronald Fagundez. Tapi muncul juga dugaan kalau "El Loco" sudah habis seiring dengan usianya yang sudah menginjak 34 tahun.
Mana yang benar? Dibutuhkan analisis serta pendekatan objektif dan matang dari pelatih dan manajemen tim, sebelum memutuskan sesuatu dalam evaluasi kelak.
www.persib-bandung.or.id
Bobotoh Dukung Evaluasi Tim

AHMAD YANI,(GM)-
Bobotoh, khususnya sejumlah pentolan Viking Persib Fans Club, mendukung langkah manajemen klub Persib Bandung untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja pelatih dan para pemainnya. Menurut mereka, hal itu perlu segera dilakukan untuk memperbaiki performa tim kesayangannya yang hingga saat ini masih angin-anginan.
"Kalau memang harus ada pergantian pelatih, lakukan secepat mungkin agar perbaikan segera dilakukan," kata Ayi "Beutik", salah seorang pentolan Viking Persib Fans Club yang ditemui "GM" di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Sabtu (26/12).
Hanya saja, jika hasil evaluasi mengharuskan adanya pergantian pelatih, Beutik berharap, pelatih anyar yang akan dipilih manajemen klub harus sudah memahami karakter sepak bola Bandung dan Indonesia. "Kalau pelatih yang baru datang ke Indonesia, dia harus membutuhkan proses adaptasi lagi," kata Beutik.
Mengenai rencana pencoretan pemain yang belum mampu memberikan kontribusi positif terhadap tim, Beutik tidak setuju kalau manajemen klub mendepak Cristian Gonzales. Menurutnya, yang dibutuhkan Gonzales saat ini adalah gelandang yang bisa memanjakan dan memudahkannya memproduksi gol.
"Gonzales butuh gelandang seperti (Lorenzo) Cabanas. Kalau Cabanas tidak bisa, saya sangat setuju kalau manajemen klub punya rencana mendatangkan (Ronald) Fagundez. Saya yakin Fagundez bisa membuat Gonzales produktif lagi. Bukan hanya Gonzales, striker lain pun bisa turut dimanjakan," kata Beutik.
Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM" di lingkar dalam klub, salah satu skenario besar yang tengah dirancang Persib pada putaran kedua mendatang adalah mendatangkan Fagundez yang saat ini berkostum Persisam Samarinda.
Revisi target
Selain mendukung rencana evaluasi, pentolan Viking lainnya, Yana B. meminta manajemen klub Persib untuk merevisi target juaranya. Baginya, jika Persib bisa meraih posisi runner-up atau tetap berada di papan atas pun merupakan hasil akhir yang sudah bagus.
"Sudah lima kali kalah dalam 11 pertandingan memang membuat Persib berat untuk mewujudkan target juara. Karena itu, sebaiknya target direvisi saja menjadi runner-up atau papan atas," tandasnya.
Berbeda dengan Yana, Boseng masih punya harapan Persib bisa tetap bersaing dalam perburuan gelar juara. Ia melihat, hasil partai tandang para pesaing Persib pun kurang baik dan masih harus melakoni banyak partai away di putaran kedua mendatang.
"Tahun lalu, dengan delapan kekalahan, Persib bisa berada di peringkat ketiga. Jadi, kalau ingin lebih baik dari tahun lalu, Persib tidak boleh kalah lagi dalam sisa kompetisi. Meski berat, tapi saya berharap hal itu bisa dilakukan," katanya.
klik-galamedia.com