Gonzales Korban Rasisme Facebooker

STD. SILIWANGI,(GM)-
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Dade Achmad mengatakan, Polri siap menerima laporan atas diperkarakannya Erza Rahmawan (ER) yang melakukan tindakan rasialis terhadap striker Persib Bandung, Cristian Gonzales melalui akun jejaring Facebook.
Selebrasi sujud syukur yang selalu dilakukan Cristian Gonzales setiap kali mencetak gol, termasuk dua golnya ke gawang Persija Jakarta, Kamis (25/3) lalu, mendapat cacian ER yang berbau SARA.
"Postingan tersebut sangat kasar, berbau SARA. Postingan itu muncul usai laga Persib melawan Persija," kata Adi Wirahadi, kamerawan Bandung TV yang sudah membaca cacian ER tersebut.
Karena sangat tidak pantas, postingan ER tersebut langsung mendapatkan reaksi dari Facebooker lainnya. Hal itu ditunjukkan dengan munculnya akun "Gerakan 1.000.000 Facebooker Perkarakan Erza Rahmawan". Hingga semalam, sudah lebih dari 50.000 Facebooker yang menjadi anggotanya.
"Silakan dilaporkan, artinya melalui saluran hukum. Tapi tentunya pihak Polri nanti akan mengumpulkan dan mencari bukti-bukti apa itu ada unsur pidananya tidak. Yang jelas kami akan lebih teliti lagi. Tapi kalau bisa, silakan dibicarakan, dimusyawarahkan antara kedua belah pihak," papar Dade melalui SMS-nya.
Bicara langsung
Ketika masalah ini dikonfirmasikan, Gonzales mengaku sudah mengetahuinya. Hanya saja, ia tidak mau menanggapinya secara serius, apalagi berniat memperkarakan orang yang melakukannya.
"Kalau mau mengkritik, kenapa tidak langsung bicara dengan saya. Itu lebih baik. Tapi kalau lewat Facebook, saya tak mau peduli," kata Gonzales usai menjalani sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Selasa (30/3).
Striker yang sudah mengoleksi 15 gol pada musim ini merasa yakin, komentar bernada SARA itu tidak akan mengganggu konsentrasi dan performanya di lapangan. Karena itu, ia tidak berniat untuk memperkarakan pelakunya kepada pihak kepolisian.
"Istri saya tadinya mau melaporkan hal ini ke polisi. Tapi setelah berpikir lagi, kita sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan ini," tambah Gonzales. (B.82/B.109)
Source : klik-galamedia.com
Adaptasi 6 Pemain Timnas Melalui Uji Coba

BALEENDAH,(GM)-
Meski baru akan kembali ke Tanah Air, Kamis (4/3), enam pemain Persib Bandung yang tergabung di timnas Indonesia sudah harus kembali latihan pada Jumat (5/3). Para pemain tersebut sudah harus kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi Bontang FC pada 11 Maret mendatang.
"Mereka diharapkan langsung bergabung bersama pemain lainnya untuk kembali latihan bersama. Soal fisik mereka, sepertinya tidak ada masalah," ujar pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono di sela-sela kunjungan tim Persib ke pengungsian korban banjir Cieunteung, Kab. Bandung, Rabu (3/3).
Menurutnya, para pemain tersebut harus kembali menyesuaikan diri dengan Persib. Terutama untuk mempertajam kerja sama tim yang akan digunakan saat menghadapi Bontang FC. "Kita harus segera mempersiapkan diri pada pertandingan berikutnya. Apalagi kita akan langsung dihadapkan pada tiga pertandingan kandang," kata Jaya.
Seperti diketahui, enam pemain Persib bergabung di timnas Indonesia untuk menghadapi Australia pada laga terakhir penyisihan Piala Asia 2011, Rabu (3/3). Keenam pemain tersebut adalah Hariono, Maman Abdurahman, Nova Arianto, Budi Sudarsono, Eka Ramdani, dan Markus Horison.
Untuk penyesuaian pemain timnas tersebut, menurut asisten pelatih, Yusuf Bachtiar, tim akan melakukan uji coba. "Ini untuk sinkronisasi para pemain timnas denga pemain pemain lainnya. Meski hanya beberapa kali tidak ikut latihan bersama, mereka tetap harus kembali menyesuaikan diri," kata Yusuf.
Disinggung tentang waktu yang hanya 6 hari lagi jelang kontra Bontang FC, Yusuf berpendapat, waktu sekitar 5 hari sudah cukup untuk beradaptasi. Karena, mereka merupakan pemain profesional. Selain itu, kemampuan mereka pun tidak perlu diragukan lagi.
"Waktu lima hari harus cukup untuk memadukan kembali mereka dengan para pemain lainnya," kata Yusuf. (B.98)** Source : GM
Dispopar Beri Sinyal buat Persib

Tetap Gunakan Si Jalak Harupat
SOREANG,(GM)-
Persib Bandung diperkirakan tetap bisa menggunakan Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung pada Maret ini. Pasalnya renovasi stadion baru dilaksanakan setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 Kab. Bandung disahkan oleh DPRD Kab. Bandung.
Selain itu, proses tender pengerjaan renovasi Stadion Si Jalak Harupat baru memasuki tahap masa sanggahan.
Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kab. Bandung, Diar Irwana, S.H., masih ada beberapa tahap lagi sebelum memasuki proses pengerjaan. Di antaranya penetapan pemenang tender dan penandatanganan kontrak kerja. Untuk penandatanganan kontrak dapat dilaksanakan setelah APBD 2010 Kab. Bandung ditetapkan.
"Kalau APBD 2010 bisa segera dilaksanakan maka pengerjaan bisa segera dilakukan. Tetapi tampaknya masih dibutuhkan hingga beberapa hari ke depan," ujarnya kepada wartawan di Pemkab Bandung, Rabu (3/3).
Dengan demikian, peluang Persib untuk tetap berlaga di Stadion Si Jalak Harupat menghadapi Bontang FC masih sangat terbuka. Bukan hanya itu, pertandingan melawan Arema Malang (Minggu, 14/3) dan Persema Malang (Rabu, 17/3) juga diperkirakan tetap bisa dilaksanakan di Stadion Si Jalak Harupat.
Seperti diketahui, Stadion Si Jalak Harupat rencananya akan direnovasi menyeluruh mulai dari tribun penonton, fasilitas pendukung, hingga lapangan stadion. Renovasi dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2010 pada Juli mendatang. Sedangkan saat ini DPRD Kab. Bandung masih melakukan pembahasan dan diperkirakan baru akan selesai pada pekan depan.
Meski tetap berupaya agar bisa bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Persib sebenarnya mengincar Stadion Siliwangi sebagai alternatifnya.
"Kalau bisa memilih, lebih baik Stadion Si Jalak Harupat. Kondisi rumput dan lapangan Stadion Siliwangi kurang memenuhi standar," ujar pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono.
Diungkapkan Jaya, pada beberapa kali sesi latihan di Stadion Siliwangi, para pemain sulit mengontrol bola karena permukaan lapangan tidak rata.
Selain sulit mengontrol bola, passing-passing yang dilakukan para pemain pun menjadi tidak baik. Seringkali menjadi tidak pas karena bola berbelok arah.
"Itu cukup mengganggu permainan. Padahal kami sengaja berlatih di sana untuk menyesuaikan diri. Tetapi ternyata sulit. Jadi lebih baik di Stadion Si Jalak Harupat," harap Jaya. (B.98)**
source : GM