Kosin Terancam Absen

Persib Bandung terancam tak diperkuat kiper andalannya, Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool, saat melakoni duel melawan tuan rumah Persisam Samarinda pada lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010, Selasa (19/1). Penjaga gawang asal Thailand tersebut mengeluh masih sakit pada areal sebelah atas pergelangan kaki kirinya.
Rasa sakit tersebut didapatnya saat melakoni pertandingan kontra Bontang FC di Stadion Mulawarman, Sabtu (16/1). Berulang kali Kosin terlibat benturan fisik yang cukup keras dengan striker atau gelandang lawan yang mencoba menjebol gawangnya. Benturan yang amat keras tersebut membuatnya beberapa kali terjatuh dan meminta perawatan medis.
Puncaknya terjadi pada menit ke-59. Kosin yang berupaya menghalau bola atas, salah mengambil posisi ketika mendarat. Belum lagi kakinya menyentuh rumput, kaki pemain lawan ada yang menghalangi tempat pijakannya. Posisi jatuh yang tidak sempurna meninggalkan rasa sakit yang sangat. "Malah sempat terpikir kalau kaki saya patah, saking sakitnya saat itu," ucapnya kepada wartawan Pikiran Rakyat Riesty Yusnilaningsih dan Andri Gurnita di Hotel Grand Victoria, Samarinda, Minggu (17/1).
Saat itu, Kosin langsung digotong keluar lapangan dan posisinya digantikan kiper kedua, Cecep Supriyatna. Ketika pertandingan usai pun, Kosin harus dipapah oleh salah seorang ofisial tim.
Ketika ditanya kondisi terakhirnya, Kosin mengaku, rasa sakit tersebut masih terasa walaupun dokter tim dr. Raffi Ghani telah menyuntikkan analgetik kepadanya. Rasa sakit masih terasa ketika berjalan dan ia mengaku tak sanggup berlari sama sekali.
dr. Raffi sendiri menyatakan, sebenarnya tidak ada cedera berarti pada Kosin. Setelah memeriksa kaki kirinya, dokter sama sekali tidak menemukan bekas memar atau bengkak.
"Hanya terasa nyeri. Jadi, saya hanya merawat dengan mengompres dengan es dan menyuntikkan analgetik. Setelah menjalani perawatan selama dua hari, akan pulih," ucap Raffi. Namun, ia belum dapat memastikan dapat tidaknya Kosin berlaga pada pertandingan nanti karena harus memantau terlebih dahulu kondisi terakhirnya serta berkonsultasi dengan yang bersangkutan.
Kosin sendiri memprediksikan, rasa nyeri yang baru kali ini dialaminya ketika membela Persib baru bisa pulih dalam waktu tiga hari. "Tapi, kalau pelatih meminta tetap bermain, saya tak dapat menjanjikan bisa bermain 100 persen seperti biasanya karena butuh waktu yang lebih panjang bagi saya untuk menghilangkan rasa sakitnya," tutur Kosin.
Jika nyatanya Kosin memang belum dapat diturunkan, pelatih kiper Anwar Sanusi mengaku tidak khawatir sama sekali. Kiper kedua Persib Cecep Supriyatna dianggap siap untuk diturunkan tanpa perlu memberinya porsi latihan khusus.
"Sudah tidak ada waktu lagi untuk memberikan porsi latihan tambahan. Lagi pula, Cecep sudah siap main. Buktinya ketika turun menggantikan Kosin pada pertandingan kemarin pun ia mampu menjalankan tugasnya dengan baik," ucap Anwar mantap. Ia hanya perlu memberikan porsi latihan yang bertujuan menjaga dan kondisi serta kebugaran fisik dua kipernya.
Dedy Haryanto memang disertakan untuk pertama kalinya pada tur tandang kali ini guna mengantisipasi kemungkinan Kosin memperoleh kartu kuning keduanya. "Bukannya kartu kuning, justru cedera yang didapat. Mudah-mudahan saja dapat segera pulih," ujarnya.
Source: PR, www.persib-bandung.or.id
Persib Tetap Harus Dievaluasi

Meski mulai menanjak ke papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010, Persib Bandung diminta tetap melakukan evaluasi pada jeda Putaran I mendatang. Evaluasi wajib dilakukan agar Persib dapat menghadapi Putaran II dengan lebih baik.
"Dengan sisa pertandingan yang masih banyak, evaluasi tetap wajib dilaksanakan. Itu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan yang di Putaran I. Sehingga Persib bisa menghadapi Putaran II dengan hasil yang lebih memuaskan," ujar mantan pemain Persib Bandung, Bambang Sukowiyono kepada "GM", Minggu (17/1).
Ditegaskannya, evaluasi bukan berarti mengganti. Evaluasi digelar untuk melihat potensi yang dimiliki Persib selama berlaga di LSI musim ini. Melalui evaluasi akan diketahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan Persib bisa memenangkan pertandingan selama ini. Demikian pula sebaliknya. Hal apa saja yang menyebabkan Persib kalah saat menghadapi tim yang dianggap lemah.
"Sejumlah potensi positif yang dimiliki Persib selama ini harus terus dipertahankan. Sedangkan kekurangannya harus segera dipecahkan dan dicarikan alternatifnya. Sehingga jika menghadapi permasalahan serupa di Putaran II nanti, sudah diketahui cara mengatasinya," tuturnya.
Sukowiyono mengatakan, evaluasi tidak hanya pada tataran teknis. Hal-hal nonteknis yang sering muncul di tubuh Persib juga harus dievaluasi. Sehingga evaluasi benar-benar menyentuh seluruh aspek.
"Karena ada hal nonteknis yang sering membuat sebuah tim menjadi lemah. Contohnya kenapa saat menghadapi tim yang dianggap satu level di bawahnya, Persib bahkan harus menelan kekalahan. Itu juga harus dievaluasi," katanya.
Sementara itu, manajemen Persib Bandung dipastikan tetap akan melakukan evaluasi. Evaluasi tetap akan digelar pada jeda jelang Putaran II LSI 2009-2010 dimulai.
"Saya memang memastikan evaluasi akan digelar di Putaran II nanti," ujar Diretur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, H. Umuh Muchtar, Minggu (17/1).
Namun Umuh meminta kepada seluruh bobotoh untuk tetap mendukung langkah yang akan diambil manajemen. "Untuk saat ini saya minta seluruh elemen, termasuk bobotoh, memberi dukungan bagi tim untuk meraih hasil positif di setiap laga. Yang terpenting dan harus terus dijaga adalah kondusivitas tim," katanya.
Source: GM, www.persib-bandung.or.id
Pola Permainan Persib Alami Peningkatan

Pola permainan yang diperagakan Persib Bandung terus mengalami peningkatan yang menggembirakan. Kerja sama lini per lini sudah semakin padu. Koordinasi dan komunikasi yang terjalin antarpemain pun semakin kompak. Jika kondisi seperti ini dapat berlangsung stabil atau bahkan terus ditingkatkan dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, target juara pun rasanya tak terlalu sulit untuk dicapai.
"Tugas tim sekarang tinggallah menjaga terus kekompakan ini sambil terus meningkatkannya," ucap Asisten Pelatih Robby Darwis usai sesi latihan ringan di lapangan parkir Hotel Grand Victoria Samarinda, Minggu (17/1) sore.
Setelah kembali menjajal rute menantang Bontang-Samarinda pada pagi harinya, sembilan pemain yang tidak diturunkan di pertandingan sebelumnya tidak dapat langsung berleha-leha. Untuk menyamai kondisi fisik rekannya yang bermain penuh selama sembilan puluh menit pada pertandingan melawan Bontang FC, Cucu Hidayat melakukan latihan ringan berupa permainan 4-2 serta serangkaian gerakan untuk melenturkan otot lainnya. Latihan sering kali terganggu dengan hilir mudik kendaraan yang akan masuk dan keluar areal parkir.
Lebih lanjut Robby menjelaskan, kekompakan yang terjalin itu tampak nyata pada pertandingan terakhir Persib. Setiap pemain mampu disiplin mengawal pos yang dipercayakan padanya. Kedisiplinan tersebut disertai pula dengan tanggung jawab yang tinggi. Hasilnya, tak ada seorang pun pemain lawan yang bisa bebas tak terkawal.
Selain memelihara capaian positif tersebut, pemain juga diharapkan Robby dapat tetap bermain tenang tiap kali dibombardir serangan lawan dan jangan mudah panik. Pada pertandingan terakhir, pemain belakang terkadang masih terlihat panik. Begitu berhasil mencuri bola yang awalnya dikuasai lawan, ketiga stopper terkadang langsung membuang si kulit bundar keluar lapangan.
"Itu juga sebenarnya tidak apa-apa. Namun jika kepanikan dapat dihilangkan sama sekali, bola-bola demikian dapat dimanfaatkan untuk balik membangun serangan dari benteng pertahanan," ucap Robby.
Secara khusus Robby mengapresiasi permainan yang diperagakan para stopper dan gelandang. Kerja sama kedua lini ini sudah sangat kompak dan tinggal ditingkatkan ke depan.
Menurut Robby, sejauh ini, Cristian Gonzales sebenarnya sudah memperlihatkan kemajuan positif dalam permainan yang diperagakannya. Gonzales yang selama ini hanya menunggu di dekat gawang lawan, kini sudah mau bergerak lebih aktif.
"Namun tetap saja dia harus meningkatkan keseriusan dan kemauannya supaya tiap peluang yang datang menghampiri dapat berbuah gol dan tidak banyak terbuang seperti kemarin," ucapnya.
Pelatih Kepala Jaya Hartono memberikan catatan tambahan seputar permainan yang diperagakan anak buahnya. Ia meminta gelandang bisa cepat menyesuaikan diri saat harus beralih dari pola menyerang ke bertahan.
"Sebab tidak selamanya gelandang saya fokuskan khusus untuk menyerang, seperti saat melawan PSPS. Saat itu saya memang memasang strategi menjadikan striker sebagai pemancing salah satu stopper keluar dari daerah pertahanan supaya gelandang bisa masuk dari celah yang kosong tersebut," tuturnya.
Namun jika strategi yang dipasang sama seperti saat melawan Bontang FC kemarin, yang tetap menumpukan serangan kepada striker, mau tak mau gelandang harus siap turun membantu pertahanan begitu bola tercuri lawan saat akan menyerang.
Source: PR, http://www.persib-bandung.or.id
â€El Loco†Menjawab Keraguan

KEPUTUSAN Pelatih Persib Jaya Hartono untuk kembali memasang Cristian Gonzales sejak menit awal ketika "Pangeran Biru" menantang tuan rumah Bontang FC di Stadion Mulawarman, Bontang, Sabtu (16/1) malam, sangat tepat. Setelah sempat diparkir saat Persib melakoni laga kandang melawan PSPS Pekanbaru di Bandung, Gonzales kembali diberi kepercayaan untuk menjadi ujung tombak serangan Persib.
Jaya menilai, pada sesi uji lapangan, Jumat (15/1) sore, Gonzales memperlihatkan keseriusan dan kesungguhannya. Tembakan yang dilesakkannya selalu akurat mengarah ke gawang saat pelatih meminta pemain menguji naluri gol mereka pada sesi latihan yang sama.
"Jadi saat pelatih datang pada saya sore sebelum pertandingan untuk meminta saran perihal pemasangan kembali Gonzales, saya tidak keberatan. Di samping memang itu kewenangan pelatih, tetapi saya juga hadir di lapangan saat latihan, sehingga melihat juga keseriusan Gonzales itu," tutur Manajer Persib Umuh Muchtar.
Kepercayaan yang diberikan pelatih dan manajer itu pun tidak disia-siakan Gonzales. "El Loco" membayar lunas kepercayaan tersebut dengan satu gol yang menjadi pembuka kemenangan perdana Persib di kandang lawan musim ini.
Gol tersebut terbilang istimewa. Sebab Gonzales langsung menggebrak di awal pertandingan yang baru berusia dua menit. "Bontang Mania" (pendukung Bontang FC-red.) yang memadati Stadion Mulawarman pun dibungkamnya lewat sontekan kaki kiri yang langsung terarah ke gawang, begitu bola yang dikirim Hilton secara menyilang mampir di kakinya.
Selepas gol tersebut, Gonzales pun tak langsung memperlihatkan rasa puasnya. Ia berambisi untuk mencetak tambahan gol lainnya, sehingga selalu membuat pergerakan-pergerakan yang membahayakan di daerah pertahanan lawan.
Meskipun berambisi menciptakan gol tambahan, Gonzales pun tak segan untuk sesekali turun ke daerah pertahanan Persib untuk membantu rekannya yang lain menghalau gempuran lawan. Singkat kata, Gonzales jauh lebih aktif bergerak pada pertandingan kali ini. Tak seperti biasanya yang sering kali hanya menunggu di depan mistar gawang hingga datangnya umpan yang enak untuk dieksekusi.
"Saya rasa Gonzales telah kembali. Inilah Gonzales yang sesungguhnya. Mudah-mudahan dia bisa terus memperlihatkan permainan yang sebaik malam ini di pertandingan-pertandingan berikutnya," ucap Jaya.
Selain menjadi bukti nyata atas kepercayaan yang telah diberikan pelatih, gol kedua El Loco musim ini juga seakan menjadi jawaban atas kritik pedas yang selama ini kerap dialamatkan kepada top scorer empat musim berturut-turut tersebut.
"Saya belum habis. Boleh saja publik mencap saya sudah tak dapat berbuat banyak untuk kemenangan tim musim ini, tetapi saya tak menghiraukannya," ucapnya.
Gonzales pun tetap berkonsentrasi memperbaiki performanya untuk kembali memperoleh kepercayaan pelatih dan juga bobotoh. Dukungan positif dari rekan setim menjadi tambahan motivasi baginya untuk segera keluar dari krisis tersebut. "Yang paling penting bukanlah siapa yang mencetak gol, tetapi Persib bisa menang. Itu sudah cukup," ucapnya.
Source: Pikiran Rakyat, http://www.persib-bandung.or.id
Persib Hantam Bontang FC

Persib memecahkan kebuntuan sulit mendapatkan poin sempurna di laga tandang pada Kompetisi Djarum Liga Super Indonesia 2009-2010. Tampil percaya diri dan memperagakan permainan tempo tinggi, "Pangeran Biru" berjaya di Stadion Mulawarman Bontang, Kalimantan Timur, dengan menghantam tuan rumah Bontang FC 2-0, Sabtu (16/1).
Wartawan Pikiran Rakyat Riesty Yusnilaningsih dan Andri Gurnita dari Bontang melaporkan, dua gol Persib diciptakan Cristian Gonzales dan Eka Ramdani. Kemenangan ini disambut penuh syukur oleh segenap pemain, manajer, dan ofisial tim. Begitu peluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan wasit Jumadi, Pelatih Kepala Persib Jaya Hartono langsung meluapkan kegembiraan dan kelegaannya dengan bersujud syukur di pinggir lapangan sebelum menyambut dan memeluk satu per satu pemain yang telah berjuang sepanjang pertandingan.
Menurut Jaya, kemenangan ini tidak terlepas dari keberhasilan timnya menciptakan dua gol sejak awal pertandingan. Kehadiran dua gol tersebut yang membuat mental tuan rumah jatuh, sehingga perlawanan yang mereka peragakan pun akhirnya selalu dapat dimentahkan Persib.
"Terlepas dari hal itu, saya harus mengacungkan jempol atas kerja keras yang telah diperagakan semua pemain di lapangan. Utamanya kepada para pemain belakang yang mampu menjalankan sistem bertahan yang disiplin," ucap Jaya seusai pertandingan.
Trio Christian Rene Martinez, Maman Abdurahman, dan Nova Arianto memang sejak awal dimintanya untuk tetap berada di daerah pertahanan. Jaya tak mengizinkan satu pun pemain belakangnya untuk maju membantu penyerangan karena harus berkonsentrasi mengawal benteng pertahanan. Instruksi yang dilakoni ketiganya dengan penuh disiplin itulah yang membantu kiper Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool dapat mempertahankan gawangnya agar tak kebobolan.
Dengan hasil ini, posisi Persib dalam klasemen naik ke peringkat lima dengan nilai 21 biji kemenangan.
Pada pertandingan yang disaksikan sekitar sepuluh ribu penonton itu, kedua tim memperagakan permainan dengan tempo cepat, sehingga menarik untuk ditonton. Namun, saat pertandingan baru berlangsung dua menit, pendukung Bontang FC tersentak oleh gol cepat yang diciptakan Gonzales.
Gol kedua Gonzales musim ini merupakan hasil kerja sama satu-dua yang apik dengan tandemnya di lini depan, Hilton Moreira. Umpan jauh yang dikirimkan Atep dari lapangan tengah disambut dengan tandukan Gonzales ke arah Hilton yang kemudian menggiringnya hingga mendekati garis luar lapangan.
Tak berlama-lama menguasai bola, Hilton langsung memberi umpan silang kepada Gonzales yang telah menunggu di depan mistar gawang Bontang FC. Kali ini "El Loco" tak menyia-nyiakan peluang. Bola kiriman Hilton langsung diteruskannya ke jala gawang yang dikawal Ade Mochtar.
Keberhasilan Gonzales menciptakan gol pada awal pertandingan, ternyata membakar motivasi rekannya yang lain. Persib pun makin gencar melancarkan serangan.
Semenit berselang, Eka melakukan tendakan spekulasi dari luar kotak penalti tetapi masih melambung di atas mistar gawang. Tendangan keras Eka dari luar kotak penalti baru berbuah gol pada menit ke-16. Akselerasinya menggiring bola dari lapangan tengah di antara kawalan pemain lawan, dituntaskannya dengan eksekusi dari sudut luar kiri kotak penalti. Tembakan yang keras tersebut mengoyak jala gawang Ade dan membuatnya harus memungut si kulit bundar dari gawangnya untuk kedua kalinya.
Semenit berselang, giliran Bontang FC yang menebar ancaman. Hampir saja anak asuhan Fachry Husaini tersebut memperkecil ketinggalan, jika saja Kosin tak sigap menangkap bola liar yang semula akan dihalau Maman agar menjauh dari gawang, tetapi justru mengarah ke gawang sendiri.
Selain kedisiplinan yang diperagakan para pemain belakang, Kosin pun memperagakan penampilan yang baik tadi malam. Berulang kali kiper asal Thailand tersebut menggagalkan upaya Bontang menciptakan gol, baik yang dilancarkan melalui bola-bola atas, maupun hasil kerja sama taktis bola-bola pendek. Tendangan Satria Feri, Arifki Eka, hingga duet striker Bontang, Aldo Bareto dan Kenji Adachihara selalu dapat ditangkap Kosin dengan mudah. Walhasil, babak pertama pun berakhir dengan keunggulan Persib.
Memasuki babak kedua, Persib yang sudah unggul mulai menurunkan tempo permainannya demi memfokuskan diri pada pertahanan. Hal ini dimanfaatkan lawan untuk balik menggencarkan serangan. Namun tetap saja, tangguhnya benteng pertahanan dan penjaga gawang Persib tak dapat ditembus Bontang yang mengandalkan serangan pada duet strikernya.
Pada menit ke-59 Kosin yang salah posisi jatuh saat menghalau bola tendangan lawan, tergeletak di lapangan dan merasa tak dapat meneruskan permainan. Posisinya kemudian diganti oleh Cecep Supriatna yang langsung diuji oleh Arifki. Meskipun baru berada di lapangan dua menit, Cecep sudah refleks menangkap bola tendangan Arifki yang memang lemah lajunya.
Empat menit sebelum pertandingan berakhir, Gonzales hampir saja menciptakan gol keduanya. "El Loco" yang terbebas dari jebakan offside, tanpa rintangan menguasai bola dan menggiringnya hingga tinggal berhadapan dengan Ade. Namun, penyelesaian yang terburu-buru membuat bola melambung di atas mistar gawang. Persib pun harus puas dengan kemenangan 2-0 ini.
Manajer Persib Umuh Muchtar terlihat sangat puas dengan kemenangan yang dipersembahkan timnya ini. "Sejak awal saya sudah tekankan mereka untuk tetap percaya diri, berkonsentrasi, dan memiliki motivasi tinggi untuk melakoni laga ini. Syukur alhamdulillah hasilnya sesuai dengan harapan kami," ucapnya berseri-seri.
Kemenangan ini juga membuat Umuh yakin Persib mampu mencapai target yang sudah ditekankannya, yaitu menghasilkan 14 poin hingga akhir putaran pertama. Berbekal hasil imbang atas Persija serta menang dari PSPS Pekanbaru dan Bontang FC, Persib tinggal meraih tujuh poin tersisa untuk menggenapkan target tersebut.
"Tetapi kalau sudah lihat main bagus seperti ini, rasanya tidak berlebihan kalau pada tiga pertandingan sisa pun harus bisa menang, termasuk saat berhadapan dengan Persisam Samarinda nanti," ucapnya.
Sementara itu, kubu Bontang FC tampak kecewa dengan kekalahan ini. Sang pelatih Fachry Husaini menyesalkan hilangnya konsentrasi serta runtuhnya mental pemain akibat dua gol cepat yang diciptakan Persib pada awal pertandingan.
"Itu saya anggap sama saja memberikan dua gol untuk Persib sebelum kami bermain. Konsentrasi pemain belakang langsung buyar. Kejadian ini persis sama seperti saat kami berhadapan dengan Persipura Jayapura," ucapnya menyesalkan.
Source: Pikiran Rakyat, http://www.persib-bandung.or.id
La Korn, Suchao

AHMAD YANI,(GM)-
Teka-teki mengenai masa depan Suchao Nuchnum di Persib Bandung terjawab sudah. Publik sepak bola Bandung yang mulai mengidolakannya bakal segera mengucapkan la korn (bahasa Thailand, artinya selamat tinggal) buat gelandang tim nasional Thailand itu. Pasalnya, setelah memainkan empat laga tersisa di putaran pertama ini, Suchao harus sudah bergabung dengan klub barunya di Thailand, Power Electric.
Kepastian tersebut didapatkan langsung dari Suchao. Didampingi rekan senegaranya, penjaga gawang Sinthaveechai "Kosin" Hathairattanakool yang bertindak sebagai penerjemah, Suchao mengatakan, kontraknya bersama Persib akan berakhir pada akhir Januari ini.
"Ya, saya sangat senang bisa bermain dengan Persib. Suasana tim dan bobotoh-nya membuat saya happy. Tapi, kontrak saya akan berakhir bulan Januari dan harus pulang ke Thailand untuk bergabung dengan klub baru saya," kata Suchao.
Seperti dijelaskan Kosin, kepulangan Suchao ke Thailand sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, katanya, sebelum bergabung dengan tim kebanggaan bobotoh ini, Suchao dan manajernya sudah menandatangani kontrak kesepakatan dengan klub barunya, Power Electric. Sebelumnya, Suchao merupakan pilar klub TOT Thailand.
"Kompetisi di Thailand akan dimulai pada 7 Maret nanti. Karena sudah menandatangani kontrak tiga tahun dengan Power Electric, Suchao harus segera bergabung," kata Kosin.
Informasi yang cukup mengejutkan seperti yang disampaikan Kosin, kepindahan Suchao dari TOT ke Power Electric disertai sebuah rekor gaji termahal yang disandang pemain berusia 26 tahun itu. "Ya, Suchao akan menjadi pemain dengan gaji termahal di Thailand. Setiap bulan, dia akan dibayar sebesar 7.000 dolar AS. Gaji pemain memang masih besar di sini (Indonesia, red). Tapi, di Thailand pun bayaran pemain sudah mulai tinggi," ujar Kosin.
Dikatakan Suchao, meski masa edarnya bersama Persib cukup singkat, ia mengaku sangat terkesan dengan atmosfer sepak bola di Bandung. Karena itu, dalam empat laga terakhir bersama Persib, yaitu ketika menghadapi Bontang FC (Sabtu, 16/1), Persisam Putra Samarinda (Selasa, 19/1), Persebaya Surabaya (Sabtu, 23/1), dan Persik Kediri (Selasa, 26/1), ia akan berusaha memberikan kontribusi terbaik.
Kosin Februari
Berbeda dengan Suchao, kontrak Kosin bersama Persib baru akan berakhir pada akhir Februari mendatang. Karena itu, kata Kosin, ia masih akan bisa membela Persib hingga beberapa pertandingan di putaran kedua.
"Jadi, nanti saya akan ditinggal Suchao. Kontrak saya di Persib baru berakhir Februari nanti. Di Thailand, saya tetap akan membela Chonbury," tegas penjaga gawang yang tidak menutup kemungkinan bisa kembali ke Indonesia di masa yang akan datang.
Sejauh ini, tim pelatih Persib masih sangat berharap, Suchao dan Kosin bisa bertahan di Persib hingga akhir musim. "Kita berharap begitu (bertahan, red). Tapi, pembicaraan soal itu ada di tangan manajemen klub," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis. (B.82)**
klik-galamedia.com
Gonzales, "Saya Profesional"

UNTUK pertama kalinya sejak bergabung, Cristian "El Loco" Gonzales harus duduk manis di bangku cadangan hingga akhir pertandingan, saat Persib Bandung menjamu PSPS Pekanbaru, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Selasa (12/1). Meski kekecewaan tidak bisa disembunyikannya, striker berpaspor Uruguay dengan koleksi 147 gol di pentas Liga Indonesia/Liga Super Indonesia (LI/LSI) ini, tidak mau membesar-besarkan kekecewaannya.
"Itu (duduk di bangku cadangan, red) biasa di sepak bola. Saya harus terima. Tidak ada masalah," kata Gonzales kepada wartawan, usai sesi latihan sore di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (13/1).
Seperti diketahui, karena berdasarkan evaluasi tim pelatih banyak membuang peluang mencetak gol yang didapat saat menjamu Persija Jakarta, posisi Gonzales sebagai starter tergeser saat melawan PSPS. Dalam pertandingan yang akhirnya dimenangkan Persib 3-1 itu, pelatih Jaya Hartono menurunkan duet Hilton Moreira-Budi Sudarsono sebagai starter.
Sebagai pemain profesional, Gonzales mengaku harus mementingkan suasana tim agar tetap kondusif. "Saya profesional. Jadi, saya harus diam. Sebab kalau saya bicara, akan ramai dan justru tidak bagus buat tim," katanya.
Menyangkut masa depannya, Gonzales juga mempersilakan wartawan berbicara dengan tim pelatih dan manajemen klub. (endan suhendra/"GM")**
klik-galamedia.com
Persib Bidik 4 Poin di Kalimantan

AHMAD YANI,(GM)-
Tim pelatih Persib Bandung berharap bisa melampaui target yang dibebankan manajemen klub, pada saat melakoni dua laga tandang di Pulau Kalimantan, melawan Bontang FC (Sabtu, 16/1) dan Persisam Putra Samarinda (Selasa, 19/1). Target minimal yang sebelumnya sempat diungkapkan manajemen klub adalah dua angka.
"Target yang dibebankan kepada tim dalam dua pertandingan away melawan Bontang FC dan Persisam adalah dua. Tapi kita berharap dan akan berjuang bisa membawa pulang empat poin. Kalau bisa enam, itu lebih bagus," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis, usai sesi latihan sore di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (13/1).
Dikatakan Robby, target dua poin yang dibebankan manajemen klub adalah bisa menahan imbang Bontang FC dan Persisam Putra. Ketika ditanyakan, dari mana kemenangan yang diincar agar bisa melampaui target dua poin tersebut, Robby tidak mengungkapkannya.
"Kekuatan Bontang FC dan Persisam berada di level yang sama. Jadi dalam dua pertandingan tersebut kita akan berusaha keras meraih kemenangan," kata mantan kapten Persib ini.
Namun berdasarkan pengamatannya, Robby mengatakan, tren penampilan Bontang FC jauh lebih baik ketimbang Persisam Putra dalam beberapa pertandingan terakhir. "Bontang FC sedang naik. Buktinya mereka mampu menang dengan skor telak 6-1 dari Persiwa dan bisa bermain imbang 2-2 dengan Persipura. Sedangkan Persisam memang kelihatannya sedang menurun," katanya.
Kendati demikian, Robby tidak mengiyakan kalau satu kemenangan yang dibidik Persib itu dari Persisam Putra. "Meski sedang turun, kita harus tetap waspadai Persisam. Sebab bukan tidak mungkin pada saat menghadapi Persib mereka punya motivasi baru, baik dari manajemen klubnya maupun dalam diri pemainnya," ujar Robby.
Kekuatan penuh
Menghadapi dua laga tandang terakhir di putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 ini, Persib akan tampil dengan kekuatan penuh. Kecuali Irwan Wijasmara yang sempat terserang radang tenggorokan, seluruh pemain Persib diputuskan diboyong ke Kalimantan. "Irwan memang sedang sakit. Jadi, hanya dia yang tidak dibawa. Sedangkan semua pemain lainnya kita bawa ke Kalimantan," kata Robby.
Rencananya, rombongan Persib akan meninggalkan Mes Persib pada Kamis (14/1) sekitar pukul 06.00 WIB menuju Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Dari Bandara Soekarno-Hatta, rombongan Persib akan terbang ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat Garuda Air.
"Dari Balikpapan kita masih akan melanjutkan perjalanan darat dengan menggunakan bus menuju Bontang. Perjalanan darat yang akan kita tempuh memakan waktu sekitar 5 sampai 6 jam. Lumayan melelahkan," kata Robby. (B.82)**
Persib Kembali ke Formasi Awal

AHMAD YANI,(GM)-
Setelah sempat mengubah pola saat menghadapi Persija Jakarta, Persib Bandung diperkirakan akan kembali ke pola 3-5-2 saat menghadapi PSPS Pekanbaru, di Stadion Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Selasa (12/1) besok.
Kembalinya bermainnya tiga pilar Persib, Hariono, Gilang Angga Kusumah, dan Suchao Nuchnum menjadi modal bagi Persib untuk memenangkan lini tengah.
"Saya tidak ingin membicarakan tentang strategi yang akan digunakan. Namun pasti akan berubah saat menghadapi PSPS nanti," ujar pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono usai memimpin latihan sore di Stadion Persib, Jln. Ahmad Yani, Minggu (10/1).
Menurutnya, meski Atep harus absen karena sanksi akumulasi kartu kuning, hadirnya ketiga pemain tersebut dipastikan akan lebih membuat lini tengah Persib menjadi jauh lebih kuat.
Seperti diketahui, saat bermain melawan Persija, Persib sempat menggunakan pola 4-4-2. Hal yang kurang lazim digunakan Persib di musim ini. Namun saat pertandingan berjalan, Persib kembali terlihat menggunakan pola andalannya 3-5-2.
Sementara itu, asisten pelatih Persib Bandung, Robby Darwis memberi sinyal untuk kembali pada pola 3-5-2 yang lebih sering digunakan "Maung Bandung". "Persija dengan PSPS tentu berbeda karakternya. Tentu cara bermain Persib saat menghadapi Persija berbeda dengan saat menghadapi PSPS nanti," kata Robby.
Robby mengakui, saat Suchao absen, lini tengah Persib sedikit terganggu. Terlihat saat menghadapi Persija pada Sabtu (9/1) lalu. Persib sering kehilangan bola di lini tengah.
"Itu karena jarak antara pemain tengah dengan pemain depan atau belakang terlalu jauh. Saat menyerang, lambat untuk kembali turun membantu lini belakang. Begitu pula sebaliknya," ulasnya.
Hal seperti itulah, lanjut Robby, yang akan diperbaiki pada latihan terakhir sehari sebelum menghadapi PSPS.
"Latihan besok (hari ini, red) kita akan evaluasi kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pertandingan melawan Persija. Kelemahan itu yang akan kita perbaiki," kata Robby.
Langsung berlatih
Meski baru bertanding, Persib kembali menggelar latihan. Latihan diikuti seluruh pemain, termasuk Suchao yang baru tiba dari Thailand. Bagi para pemain yang turun saat menghadapi Persija, hanya melakukan latihan ringan. Sedangkan sisanya melakukan game internal.
klik-galamedia.com
Suchao Siap Tampil

AHMAD YANI,(GM)-
Gelandang Persib Bandung asal Thailand, Suchao Nuchnum menegaskan siap kembali berkontribusi membawa kemenangan saat menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (12/1). Setelah absen dua kali, Persib selalu gagal meraih poin penuh atas lawan-lawannya.
"Siap, siap, siap," ujar Suchao seraya menegakkan badan ala militer usai latihan sore di Stadion Persib Jln. Ahamd Yani, Minggu (10/1).
Suchao memang terpaksa absen saat menghadapi Persija Jakarta karena harus mengikuti wajib militer di negaranya. Suchao baru tiba di Bandung, Minggu (10/1) dan langsung mengikuti latihan.
Sebelumnya Suchao absen saat Persib menghadapi Persema Malang, Desember lalu akibat cedera yang dialami saat melawan Arema Malang.
Melalui rekan senegaranya, penjaga gawang Sinthaveechai "Kosin" Hathairattanakool, Suchao dipastikan sudah pulih dari cederanya. "Suchao siap," singkat Kosin.
Sementara itu, dokter tim Persib Bandung, dr. Rafi Ghani memastikan cedera Suchao telah pulih. "Suchao sudah sembuh," katanya.
Kendati demikian, dr. Rafi mengaku tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap Suchao terakhir hari ini, (Senin, 11/1). Hal itu untuk memastikan cedera Suchao benar-benar pulih dan bisa dimainkan saat menghadapi PSPS nanti.
"Kita akan melakukan pemeriksaan besok (hari ini, red). Tetapi tampaknya sudah pulih dan tidak ada masalah," tukasnya.
Sementara itu, meski Suchao hampir dipastikan bisa tampil, Persib tetap akan kehilangan Atep. Sehingga diperkirakan, Suchao akan menggantikan peran Atep di sayap kiri. "Mungkin Suchao bisa ditaruh di posisi Atep. Karena Suchao memang bisa bermain banyak posisi," ujar asisten pelatih Persib Bandung, Robby Darwis.
klik-galamedia.com
Waspadai Militansi PSPS

AHMAD YANI,(GM)-
Melawan tim bermaterikan pemain "kelas dua", PSPS Pekanbaru di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (12/1), pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono tetap mewaspadai militansi para pemain lawan.
"PSPS memang diisi para pemain yang tidak punya nama. Tetapi militansi dan semangat mereka sangat tinggi. Ini perlu diwaspadai oleh kita," aku Jaya usai memimpin latihan sore di Stadion Persib, Jln. Ahmad Yani, Minggu (10/1).
Menurut Jaya, hal itu memang sangat wajar dimiliki tim yang dianggap underdog. Mereka akan sangat bersemangat dan berharap bisa memenangkan pertandingan saat melawan tim besar seperti Persib. "Dengan memiliki semangat, bola ke mana saja akan dikejar oleh mereka. Itu modal PSPS," kata Jaya.
Selain itu, Jaya mewaspadai striker PSPS, Herman Dzumafo Epandi. Striker PSPS ini telah mengoleksi 6 gol pada Liga Super Indonesia tahun ini. Itu menunjukkan Herman lebih tajam dibandingkan striker Persib yang masih paceklik gol. "Heading dan tendangannya cukup bagus. Itu terbukti dia bisa mencetak 6 gol di musim ini," kata Jaya.
Kendati demikian, Jaya belum memberikan perintah khusus kepada pemain belakangnya untuk mengawal ketat Herman. Jaya bahkan berharap pemainnya bisa menghentikan paceklik gol yang tengah dialami Persib.
"Harus diakui, finishing kita memang masih lemah. Banyak peluang yang terbuang karena kekurangtenangan pemain," kata Jaya.
Diakuinya, sulitnya Persib mencetak gol telah membuat percaya diri para pemain, terutama striker menjadi menurun. Hal tersebut tampak dari gerakan dan tendangan yang dilakukan para pemain saat berada di sekitar kotak penalti.
Sehingga Jaya pun berharap, pemain tengah dapat membantu mencetak gol untuk membawa kemenangan bagi Persib. "Saya berharap pemain tengah juga bisa mencetak gol. Saat ada peluang, harus digunakan dengan baik," tutur mantan Pelatih Deltras Sidoarjo ini.
klik-galamedia.com
Persib vs Persija
Panas Akibat Gesekan Suporter
BANYAK orang bilang, PSMS Medan adalah musuh bebuyutan Persib Bandung. Label itu muncul setelah kedua tim bertarung hingga titik darah penghabisan di grandfinal Kompetisi Perserikatan 1983 dan 1985, yang keduanya dimenangkan PSMS lewat drama adu penalti.
Tapi sesungguhnya, ada rival abadi Persib lainnya di pentas sepak bola Indonesia. Tim itu bernama Persija Jakarta. Sejak Persija masih bernama VIJ Jakarta di awal-awal adanya kompetisi sepak bola di Tanah Air pada awal dekade 1930-an, perseteruan kedua tim sudah ada. Namun lantaran keduanya jarang, bahkan sejak namanya muncul di awal dekade 1950-an, Persib tidak pernah bertemu di partai puncak, perseteruan kedua tim kalah pamor ketimbang Persib dengan Persebaya atau bahkan PSM Makassar.
Kalau boleh jujur, panasnya perseteruan antara Persib dan Persija baru muncul ke permukaan di awal abad ke-21, ketika kelompok suporter kedua tim, Viking dan Jakmania mulai terlibat gesekan. Sejak saat itu, duel kedua tim, baik di Bandung maupun Jakarta atau bahan tempat netral sekalipun, selalu menyita perhatian publik. Tak terkecuali media massa yang mem-blow-up secara besar-besaran, baik dari dalam maupun luar lapangan.
Tidak heran setiap kali Persib bertemu Persija, selalu ada saja persoalan yang muncul. Permusuhan kedua kelompok suporter yang seperti sudah mendarah daging, kerap mengancam keselamatan kedua tim, baik Persib saat bermain di Jakarta, maupun Persija saat berkunjung ke Bandung.
Karena selalu ada masalah, aparat keamanan selalu memberikan perhatian lebih jika kedua tim akan bertemu. Menjelang pertemuan kedua tim di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 ini misalnya, meski izin tetap dikeluarkan, pertandingan ini tidak boleh disaksikan penonton.
klik-galamedia.com
Hilton Moreira Mulai Berlatih

A. YANI,(GM)-
Setelah lebih dari sepekan berlibur di negaranya, Brasil, striker Persib Bandung, Hilton Mauro Moreira sudah kembali bergabung bersama rekan-rekannya dalam latihan yang berlangsung di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (4/1). Hilton memenuhi komitmennya bergabung bersama tim pada 3 Januari, seperti yang dijanjikannya sebelum pulang ke Brasil usai menghadapi Persema Malang.
Namun striker yang lama membela Deltras Sidoarjo tersebut hanya melakukan latihan ringan di pinggir lapangan yang sebagian besar masih tergenang air hujan.
Hilton tiba di Bandung, Minggu (3/1) malam dijemput bidang umum Persib, Pipin Kusmantara. Dengan bergabungnya Hilton diharapkan persiapan Persib menghadapi laga krusial melawan Persija Jakarta, Sabtu (9/1) mendatang bisa semakin baik dan meminimalisasi kekurangan pemain. Terutama setelah datangnya kabar cederanya Budi Sudarsono yang tengah berkonsentrasi bersama timnas Indonesia menjelang laga melawan Oman. (B.82)**
klik-galamedia.com
Persib Masih Berharap Ada Penonton

AHMAD YANI,(GM)-
Kendati bisa memahami alasan yang dikemukakan Muspida Kab. Bandung, Persib Bandung masih berharap laga melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Sabtu (9/1) mendatang, bisa tetap disaksikan penonton. Untuk itu, PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) berani memberikan garansi untuk mengganti segala kerusakan jika dalam pertandingan tersebut bobotoh berulah.
"Saya sudah bertemu dan berbicara dengan Pak Obar (Sobarna, Bupati Bandung, red). Saya sangat respek dengan penerimaan dan penjelasannya. Kepadanya saya juga menjelaskan tentang harapan agar pertandingan bisa diizinkan tetap dengan penonton, meski dibatasi untuk orang Bandung saja," kata Manajer Persib, H. Umuh Muchtar di sela-sela menyaksikan sesi latihan sore Persib di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (4/1).
Agar pertandingan bisa disaksikan penonton, kepada Bupati Bandung, Umuh sempat menyampaikan kesediaannya untuk menandatangani jaminan ganti rugi, jika dalam pertandingan itu bobotoh berbuat onar. "Saya percaya, bobotoh sekarang sudah dewasa. Karena itu, kepada Pak Obar saya juga sampaikan jaminan saya atas nama PT PBB maupun pribadi untuk mengganti berbagai kerugian yang dimunculkan jika bobotoh membuat kerusakan," kata Umuh.
Meskipun masih mengharapkan pertandingan bisa tetap diizinkan disaksikan penonton, Umuh memastikan, pihaknya akan menerima apa pun keputusan akhir Muspida Kab. Bandung yang rencananya akan melakukan pertemuan lagi. "Sudah diizinkan pun, kita sudah bersyukur. Karena itu, kalau pun tetap tanpa penonton, kita sudah pasti akan menjamu Persija di Stadion Si Jalak Harupat," ujar Umuh.
Dengan adanya keputusan tersebut, adanya opsi memindahkan pertandingan lawan Persija ke Stadion Siliwangi menjadi tertutup. "Tidaklah. Kita akan tetap pakai Si Jalak Harupat kalaupun tanpa penonton. Sebab kalau pertandingan lawan Persija dimainkan di dalam kota, lebih riskan dan rawan. Risikonya bisa lebih besar," tegas Umuh. (B.82)**
klik-galamedia.com
Persib Bidik 14 Poin

Tidak Boleh Kalah dalam 6 Laga Sisa Putaran I
AHMAD YANI,(GM)-
Manajemen klub Persib Bandung membebankan target 14 poin kepada tim pelatih dan para pemainnya dalam 6 laga tersisa di putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 ini. Jika target 14 poin itu bisa dicapai, Persib diyakini bisa kembali ke jalur persaingan menuju tahta juara.
Target 14 poin dalam 6 laga tersisa itu disampaikan Manajer Persib, H. Umuh Muchtar di sela-sela sesi latihan sore Persib di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (4/1). "Nilai maksimal dari 6 pertandingan tersisa adalah 18. Dari nilai maksimal tersebut, saya targetkan 14 poin. Kalau bisa diraih, itu cukup bagus," kata Umuh.
Umuh memang tidak merinci secara detail dari mana saja ke-14 poin itu bisa diraih. Tapi Umuh mengatakan, dengan target 14 poin itu, Maman Abdurahman dan kawan-kawan harus mengamankan 4 laga kandang dan tidak boleh kalah dalam 2 laga tandang tersisa. "Dengan target 14 angka, itu artinya tim tidak boleh kalah lagi, termasuk dua laga tandang di Bontang dan Samarinda," kata Umuh.
Setelah menyelesaikan 11 laga, Persib memiliki 6 laga tersisa di putaran pertama ini, masing-masing 4 kandang dan 2 tandang. Empat partai kandang yang harus dilakoni Persib adalah saat menjamu Persija Jakarta (9 Januari 2010), PSPS Pekanbaru (12 Januari 2010), Persebaya Surabaya (23 Januari 2010) dan Persik Kediri (26 Januari 2010).
Sedangkan dua laga tandang tersisa adalah melawan Persisam Putra Samarinda (16 Januari 2010) dan Bontang FC (19 Januari 2010). Jika Persib wajib mengamankan poin penuh di 4 laga kandang, berarti dalam dua laga tandang ini, Persib ditargetkan minimal harus membawa pulang 2 angka untuk memenuhi target 14 poin.
"Dengan tambahan 14 angka, di akhir putaran pertama kita mengumpulkan nilai 28. Saya tidak tahu, di posisi berapa Persib akan berada dengan jumlah nilai tersebut. Tapi yang pasti, target itulah yang kita canangkan," kata Umuh.
Motivasi pemain
Agar target tersebut bisa diraih, Umuh terus berusaha memompa dan "mengelus" para pemainnya. Sebab menurutnya, hanya dengan cara seperti itulah, motivasi para pemain bisa terdongkrak, sehingga hasil maksimal bisa diraih.
"Baik secara langsung, seperti door to door ke kamar pemain, saya terus memberikan motivasi buat para pemain. Dalam menghadapi laga sisa di putaran kedua ini, mereka harus tetap tenang agar hasil optimal bisa diraih," ujar Umuh.
klik-galamedia.com
Opsi tanpa Penonton di Jalak

Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan opsi tanpa penonton saat Persib menjamu Persija pada Kompetisi Djarum Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Sabtu 9 Januari. Opsi ini muncul dalam pertemuan Muspida Kabupaten Bandung bersama PT Persib Bandung Bermartabat, panpel Persib, dan perwakilan bobotoh, di Kantor Bupati Kab. Bandung, Soreang, Kamis 31 Desember 2009.
Dalam pertemuan itu, dari Muspida Kab. Bandung dihadiri Bupati H. Obar Sobarna, Kapolres Bandung AKBP Imran Yunus, Kasdim Kab. Bandung, Mayor Inf. Choirul A, Kasatpol PP Syarief HY, dll. Wakil dari PT PBB Direktur Keuangan Merdi Hajiji, Direktur Marketing Veby Permadi. Dari panpel ada Sekretaris Budhi Bram Rachman, sedangkan unsur bobotoh ada ketua umum Viking Herru Djoko, Panglima Viking Ayi Beutik, pengurus Bomber Nefi, dll.
Dalam pertemuan itu, Obar Sobarna mengatakan bahwa keputusan ini semata-mata mempertimbangkan kondisi perseteruan antara bobotoh dan Jakmania. Oleh karena itu, opsi pertandingan tanpa penonton ini khusus melawan Persija. Untuk pertandingan lain seperti Persib melawan PSPS, Persik Kediri, Persebaya tetap bisa dilaksanakan dengan disaksikan penonton.
"Saya pribadi dan masyarakat kabupaten Bandung sangat mendukung Persib. Tapi, kami mohon pengertian semua pihak, khusus melawan Persija lebih baik tanpa penonton saja," ujarnya.
Obar juga memberikan waktu kepada panpel dalam mengambil keputusan menerima atau tidak opsi itu. Jika memang ada tempat lain yang memberikan izin menggelar pertandingan dengan penonton, Obar memberikan kebebasan kepada panpel memilihnya.
"Saya mengundang panpel dan dari Persib jauh hari, agar panpel bisa mempertimbangkannya. Kalau pertemuan seperti ini dekat dengan hari H, kemudian keputusannya tidak sesuai harapan, nanti saya yang disalahkan karena panpel tidak bisa mencari alternatif tempat lain," ujar Obar.
Sekretaris panpel, Budhi Bram mengatakan sangat memahami alasan yang dikemukakan pihak Musipda Kab. Bandung sehingga memberikan opsi pertandingan tanpa penonton. "Kami sangat berterima kasih kepada Pak Obar, karena Persib tetap diberikan izin bisa menggelar pertandingan di Jalak Harupat meski tanpa penonton. Ini merupakan keputusan sangat bijaksana karena sebelumnya sempat muncul keputusan, Persib tidak bisa main di sana," ujar Bram.
Bram mengatakan, perhatian Muspida Kab. Bandung kepada Persib sangat besar. Di tengah padatnya jadwal mereka sebagai pejabat, mereka masih memberikan waktu untuk bertemu dengan PT PBB, panpel, dan bobotoh. "Apalagi, mereka sendiri yang menggelar inisiatif pertemuan dengan mengundang kami," ujarnya.
Kendati begitu, kata Bram, panpel belum memberikan jawaban atas opsi itu karena masalah ini harus dirapatkan dengan Direktur Utama PT PBB, H. Umuh Muchtar. Umuh tidak bisa hadir dalam pertemuan dua hari lalu karena sedang memeriksa kesehatan di Singapura.
Dikabari opsi ini Umuh menyampaikan terima kasih kepada Muspida Kab. Bandung karena masih bisa memberikan izin kepada Persib main di Si Jalak Harupat. "Coba kalau tidak ada izin dan Persib main di luar Bandung, biaya akan membengkak. Ini menandakan masyarakat Kab. Bandung dan Muspida memberikan perhatian kepada Persib," ujar Umuh.
Namun, Umuh belum memberikan kuputusan soal ini karena akan dibahas secara intern terlebih dahulu. Ia baru kembali dari Singapura Minggu besok.
persib-bandung.or.id
Persib, Menunggu Keajaiban

PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) sudah melakukan langkah besar yang sangat revolusioner pada pertengahan tahun 2009 ini. Berkat langkah raksasanya, perusahaan pengelola klub sepak bola bernama Persib ini sudah mendapatkan keajaiban; tanpa sokongan APBD, PT PBB --setidaknya hingga pengujung tahun-- ternyata bisa menghidupi Persib.
Nah, keajaiban itulah yang tengah dinantikan tim Persib memasuki tahun 2010 ini. Hingga menyelesaikan laga terakhirnya di tahun 2009, Eka Ramdani dan kawan-kawan hanya berada di peringkat ke-12 klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010. Prestasi kurang menggembirakan ini lantaran masih tertatih-tatihnya pasukan Jaya Hartono mengarungi kompetisi. Dari 11 laga awal, Persib baru mengoleksi 14 poin, hasil 4 kali menang, 2 seri, dan 5 kalah.
Hasil yang didapatkan Persib, yang mengakhiri musim lalu di peringkat ketiga ini, membuat langkah tim kebanggaan bobotoh untuk memenuhi target juara ini semakin berat. Itu diakui Jaya dan Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. Karena itu, Persib pun merevisi target juaranya.
Kendati sudah merevisi targetnya, Persib belum mengibarkan bendera putih. Seperti dituturkan Umuh, dalam kondisi sesulit dan seberat apa pun, tahta juara harus terus diperjuangkan. "Kita tidak mau menyerah begitu saja. Untuk itu, kita akan melakukan perubahan komposisi tim pada putaran kedua nanti, biar Persib lebih agresif," kata Umuh.
Perubahan untuk memperbaiki kinerja tim ini dimungkinkan terhadap seluruh anggota skuad Persib yang menurut penilaian tidak mampu memberikan kontribusi positif. Baik pemain maupun pelatih, terancam terdepak di putaran kedua nanti, jika kinerjanya tak kunjung mengangkat prestasi Persib. Untuk upaya perbaikan, konsorsium pemasok dana buat Persib pun konon sudah siap dengan anggaran tambahannya.
Tetap tenang
Jelas, ini sebuah warning buat pelatih, orang yang paling bertanggung jawab secara teknis atas prestasi pasukannya. Para pemain Persib pun dipaksa meningkatkan performanya agar tidak terdepak dari skuad klub yang tergolong "bergelimang" uang, dibandingkan kontestan LSI 2009/2010 lainnya ini.
Tekanan hebat buat tim bukan hanya datang dari manajemen klub dan konsorsium, tapi juga dari bobotoh dan publik sepak bola Bandung yang sudah merindukan mahkota juara bertengger di setiap kepala anggota skuad Persib. Maklum, sudah satu setengah dekade Persib tak pernah mengangkat trofi terhormat.
Tekanan hebat itu dipastikan menjadi beban berat buat seluruh anggota tim, utamanya pelatih. Apalagi, usai kekalahan menyesakkan 0-3 dari Persema Malang di Stadion Gajayana Malang, 23 Desember lalu, hampir setiap hari media massa, baik lokal maupun nasional, menyoroti kinerja pelatih dan sederet pemain Persib yang dinilai tampil tidak sesuai dengan harapan.
Buat yang merasakan, tekanan dan pemberitaan itu memang menyebalkan. Tapi, tak perlu menyikapinya secara emosional. Justru, tekanan dan kritik tajam itu harus dianggap sebagai sebuah "ejekan" agar bisa memacu adrenalin setiap anggota tim untuk mengangkat prestasi Persib di 23 laga tersisa.
Seperti kata Umuh, kegagalan harus menjadi pelajaran. Kritikan dan tekanan tidak harus membuat seluruh pasukannya panik, apalagi tegang. "Semua harus tetap tenang. Meski sangat berat, mahkota juara harus terus diperjuangkan hingga titik darah terakhir. Tekanan publik adalah cambuk untuk maju," kata Umuh, seolah ingin mendoktrin pasukan perang yang moral bertempurnya mulai menurun.
Umuh benar. Masih ada keajaiban yang bisa diharapkan Persib. Tapi ingat, keajaiban tidak akan pernah datang begitu saja. Tanpa usaha dan kerja keras untuk memperbaiki diri, keajaiban akan tetap bersemayam di peraduannya.
klik-galamedia.com
Jaya Puasa Bicara dengan Media

Dengan alasan ingin berkonsentrasi menyiapkan timnya menghadapi duel el clasico melawan Persija Jakarta, 9 Januari mendatang, pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono untuk sementara puasa bicara dengan media. Ini merupakan kejadian pertama sejak Jaya menangani Persib pada Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. "Saya minta maaf sama temen-temen wartawan. Untuk sementara, silakan berbicara dengan Yusuf Bachtiar (asistennya, red)," kata Jaya kepada sejumlah wartawan yang hendak mewawancarainya, usai sesi latihan sore di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (30/12).
Meski baru pertama kali dilakukan, pelatih yang sebelumnya selalu ramah dan dalam kondisi apa pun selalu menyediakan waktu untuk diwawancarai wartawan ini, membantah kalau keputusannya itu ada kaitannya dengan pemberitaan media massa akhir-akhir ini. "Betul, tidak ada apa-apa. Saya hanya ingin berkonsentrasi menghadapi pertandingan lawan Persija," katanya.
Dari pembicaraannya sebelum masuk ke kamarnya di Mes Persib, sempat terdengar kalau Jaya mengatakan ingin memberikan bukti pada saat pertandingan melawan Persija, 9 Januari mendatang.
Ketika keputusan Jaya puasa bicara ini ditanyakan kepada Yusuf, mantan gelandang Persib ini membenarkannya. "Hanya untuk bergiliran saja. Sekarang saya yang diminta bicara, besok Robby," katanya.
Jangan dijadikan masalah
Dalam perbincangannya, Yusuf sempat meminta kepada media untuk tidak membesar-besarkan persoalan, terutama yang bersifat nonteknis. Karena menurutnya, hal itu akan sangat menguras energi tim pelatih di tengah persiapan sisi teknis para pemainnya menghadapi sebuah pertandingan.
"Soal pemberitaan, itu hak media. Tapi alangkah baiknya kalau media lebih mengajak tim pelatih berdialog melalui pemberitaannya mengenai masalah teknis. Akan sangat baik jika media melakukan evaluasi terhadap pertandingan yang baru terjadi dan mencarikan solusi atau cara untuk mengatasi lawan berikutnya," papar Yusuf.
Dengan cara seperti itu, katanya, tim pelatih bisa sharing dengan media mengenai persoalan teknis. "Kalau ada pemberitaan mengenai persoalan lama, itu sama saja mundur ke belakang dan memaksa kita harus memikirkan persoalan dari nol lagi," katanya.
klik-galamedia.com
Kapolres Bandung Panggil Panpel Persib

SOREANG,(GM)-
Rapat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kab. Bandung yang digelar di ruang rapat Bupati Bandung, Rabu (30/12), belum memberikan keputusan izin pertandingan Persib kontra Persija di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/1) mendatang.
Rapat dihadiri Bupati Bandung, H. Obar Sobarna, Kapolres Bandung, AKBP Drs. Imran Yunus, M.H., dan unsur muspida lainnya.
"Belum. Kita belum mengambil keputusan tentang keinginan Persib menggunakan Stadion Si Jalak Harupat saat melawan Persija Jakarta," ujar Kapolres Bandung, AKBP Drs. Imran Yunus, M.H.
Namun Imran memastikan, muspida akan mengambi keputusannya, Kamis (31/12) ini. Sebelum mengambil keputusan, pihaknya akan mengundang pihak Persib melakukan pembicaraan, pukul 10.00 WIB.
"Kita akan panggil dulu manajemen dan Panpel Persib serta kelompok pendukung Persib ," ungkapnya.
Diakuinya selama ini Manajer Persib H. Umuh Muchtar sering menghubunginya terkait keinginan penggunaan Stadion Si Jalak Harupat.
Sama halnya dengan Kapolres, Kepala Kesbang Linmas Kab. Bandung, Sutarno Yono menyatakan, keputusan akan diambil setelah muspida bertemu pihak Persib .
"Keputusannya akan diambil besok (hari ini, red)," tegasnya.
klik-galamedia.com
PT PBB Penyelamat Langkah Persib

DI pengujung tahun 2009 ini, wartawan "GM", Endan Suhendra mencoba menelusuri jejak langkah yang sudah dilalui Persib Bandung. Dua fenomena menarik, yaitu perubahan status Persib dari amatir ke profesional, serta prestasi Persib yang masih terseok-seok, disajikan dalam dua tulisan di halaman ini.
Selamat Menyimak. **
NAMA PT Persib Bandung Bermartabat (PT) sebenarnya sudah ada sejak akta pendiriannya ditandatangani notaris pada pertengahan Desember 2008. Namun sejak didirikan, perusahaan yang diplot menjadi pengelola Persib profesional ini tidak banyak melakukan langkah strategis, terutama untuk menghidupi klub secara mandiri. Sebab pada kenyataannya, Persib tetap didanai hibah dari APBD Kota Bandung yang masih bisa dicairkan lewat sebuah lembaga transisi bernama Badan Pengelola Persib (BPP).
Berkat BPP yang dibentuk Mandataris Persib, H. Dada Rosada di pengujung tahun 2008, Persib bisa "selamat" menyelesaikan kompetisi bernama Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Ketika itu, APBD Kota Bandung masih menggelontorkan dana hampir mencapai Rp 30 miliar.
Tapi pada pertengahan tahun 2009 atau beberapa saat setelah kompetisi berakhir, Dada sebagai Ketua BPP melontarkan pernyataan yang cukup menggegerkan. Ia menyatakan, karena aturan perundang-undangan, Pemkot Bandung sudah tidak bisa lagi mengucurkan dana hibah untuk Persib. Lebih mengejutkan lagi klub kebanggaan Kota Bandung itu bakal absen di LSI 2009/2010.
Bola panas yang sengaja dilemparkan Dada itu benar-benar mendapatkan reaksi dari publik sepak bola Bandung. Bahkan kontroversi pun sempat terjadi, karena pada hari yang sama dengan turunnya pemberitaan Dada menyatakan lempar handuk, "GM" juga menurunkan pernyataan Wakil Ketua BPP, H. Edi Siswadi yang justru mengatakan, Persib harus tetap ikut kompetisi.
Merasa dibenturkan dengan koleganya, Dada langsung mengadakan pertemuan dadakan pada hari itu juga di ruang tengah Balai Kota Bandung. Dalam pertemuan itu, Dada kembali menegaskan pernyataan lempar handuknya, tentu saja kali ini kompak denga pengurus lainnya. Saat itu, secara terbuka menantang pihak swasta, termasuk PT PBB untuk mendanai Persib.
Sadar kalau PT PBB merupakan satu-satunya lembaga legal yang bisa menyelamatkan Persib, Dada menggelar pertemuan susulan di rumah dinasnya, Pendopo Alun-alun Bandung, 22 Juli 2009. Dalam pertemuan itu, Dada kembali melemparkan tantangannya kepada para pengusaha yang turut diundangnya untuk mendanai Persib agar bisa tampil di LSI 2009/2010.
Saat itulah muncul sosok H. Umuh Muchtar. Setelah memberikan kesempatan kepada undangan yang hadir untuk berbicara, Umuh menyatakan kesediaannya menyiapkan dana minimal Rp 10 miliar sebagai modal awal Persib mengarungi kompetisi. Atas dasar kesediaannya itu, Dada akhirnya menunjuk Umuh menjadi Direktur Utama PT PBB menggantikan Ir. H. Chandra Solehan. Umuh yang mendapat kepercayaan penuh kemudian melakukan reshuffle di jajaran direksi PT PBB.
"Saya akan mengambil orang-orang profesional dan sejalan demi terwujudnya tujuan Persib musim ini," kata Umuh, sesaat setelah memangku jabatan sebagai Direktur Utama PT PBB.
Dianggap nekat
Banyak pihak merasa lega dengan terpilihnya Umuh sebagai Dirut PT PBB. Sebab sejak masih menjadi bobotoh hingga terakhir dipercaya memangku jabatan Asisten Manajer Persib di LSI 2008/2009, komitmennya, terutama menyangkut fulus, dinilai tak perlu diragukan lagi. Tapi tidak sedikit yang menilai, apa yang dilakukan Umuh ini sebagai langkah nekat. Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum membaik dan mepetnya waktu persiapan, banyak yang ragu, Umuh dan jajaran direksinya di PT PBB bisa mendapatkan dana segar minimal Rp 20 miliar.
Bukan hanya publik sepak bola Bandung, Umuh dan rengrengan yang sudah dipilihnya pun sempat dihantui keraguan itu. Apalagi pada awal langkahnya, mereka sudah menghadapi sejumlah kesulitan menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Sebuah yayasan yang pada awalnya sangat optimis bisa membantu pendanaan Persib mundur teratur. Jalinan kerja sama dengan BNI Life pun gagal didapat. Begitu juga dengan sejumlah rencana kerjasama dengan beberapa perusahaan lain.
Beruntung, personel PT PBB tak patah arang. Di tengah desakan waktu, Umuh dan beberapa direktur mudanya seperti Veby Permadi (Direktur Pemasaran) dan Merdi Hajiji (Direktur Keuangan) menghadap Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf yang sebelumnya sudah menyatakan kesediaannya membantu Persib mencarikan sponsor.
Inilah langkah paling strategis yang dilakukan PT PBB. Sebab sebagai seorang mantan aktor, bintang iklan, selebriti, dan entertainer, Dede setidaknya punya jaringan kuat di dunia bisnis. Lewat jaringannya itu pula, PT PBB kemudian dipertemukan dengan sejumlah pengusaha besar, baik yang ber-homebase di Jawa Barat maupun Jakarta.
Namun hingga sebulan menjelang kompetisi bergulir, sejumlah pertemuan dan negosiasi yang dilakukan PT PBB belum juga membuahkan hasil. Ketegangan dan kepanikan sempat melanda Umuh dan pasukannya di PT PBB. Saking paniknya, karena dalam waktu dekat harus membayar uang muka kontrak pemainnya, Umuh sudah menyiapkan sertifikat tanah dan properti miliknya untuk dilelang.
Pada saat kritis itulah datang sebuah keajaiban. Usaha keras dan negosiasi PT PBB dengan sekumpulan pengusaha yang mengaku mencintai Persib membuahkan hasil. Mereka bersedia menggelontorkan dana segar sebesar Rp 20 miliar, dengan rincian Rp 3,5 miliar untuk modal awal dan Rp 16,5 miliar sebagai pinjaman. Untuk pengawasan, konsorsium hanya meminta beberapa orang mereka duduk di jajaran komisaris dan direksi PT PBB. Salah satunya presenter kondang, Mohammad Farhan yang didaulat menjadi Wakil Direktur PT PBB.
"Awalnya, saya hanya mengandalkan modal nekat ketika menyatakan bersedia mengelola Persib. Tapi berkat doa dan usaha keras, Persib akhirnya bisa memperpanjang napas dan ikut kompetisi," kata Umuh, yang senyumnya mulai terkembang, sesaat setelah penandatanganan kesepakatan dengan perwakilan konsorsium.
"Inilah dunia marketing. Penuh dengan keajaiban. Bayangkan, hanya dalam waktu satu bulan, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan, bisa terjadi," timpal Veby Permadi.
Setelah orang konsorsium masuk dalam jajaran direksi, Umuh yang juga dipercaya menjadi manajer, mulai berkonsentrasi menyiapkan tim. Sementara urusan bisnis dipercayakan sepenuhnya kepada jajaran direksi lain, termasuk suntikan tenaga dari konsorsium.
Hasilnya, sangat mencengangkan. Secara prestasi, Persib di bawah besutan Jaya Hartono memang masih tertatih-tatih. Namun dari sisi bisnis, PT PBB terus tancap gas. Sesaat setelah kompetisi bergulir, PT PBB menggandeng PT Daya Adira Mustika, dealer utama Honda di Jawa Barat dengan nominal yang konon di atas Rp 2,5 miliar. Beberapa pekan kemudian, Persib juga mendapatkan sponsor yang konon nilainya lebih besar lagi, yaitu dengan perusahaan makanan dari Grup Japfa. Maka brand Honda dan Sozzis, salah satu produk Grup Japfa pun memenuhi kostum di bagian dada pemain.
"Kalau prestasi Persib terus membaik, sponsor akan terus berdatangan. Sekarang kita pun terus bernegosiasi dengan perusahaan lain yang tertarik mensponsori Persib," cetus Mohammad Farhan, dalam sebuah kesempatan di Stadion Si Jalak Harupat.
Dengan kehadiran konsorsium, plus dua sponsor utama di dada, Persib melenggang sendirian di jajaran terdepan klub-klub kontestan LSI 2009/2010 dari sisi bisnis.
Meski semua belum tergarap, namun pujian sudah datang dari Direktur Eksekutif PT Liga Indonesia, Joko Driyono. "Apa yang sudah dilakukan Persib memang di luar dugaan. Ini menjawab keraguan banyak orang, ketika Persib harus lepas dari APBD. Saya berani mengatakan, saat ini Persib merupakan klub dalam kategori top level," kata Joko.
Pujian yang pantas "dijual" kembali oleh tim marketing PT PBB. Jadi, maju terus PT Persib Bandung Bermartabat!
klik-galamedia.com