Jaya Puasa Bicara dengan Media

Dengan alasan ingin berkonsentrasi menyiapkan timnya menghadapi duel el clasico melawan Persija Jakarta, 9 Januari mendatang, pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono untuk sementara puasa bicara dengan media. Ini merupakan kejadian pertama sejak Jaya menangani Persib pada Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. "Saya minta maaf sama temen-temen wartawan. Untuk sementara, silakan berbicara dengan Yusuf Bachtiar (asistennya, red)," kata Jaya kepada sejumlah wartawan yang hendak mewawancarainya, usai sesi latihan sore di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (30/12).
Meski baru pertama kali dilakukan, pelatih yang sebelumnya selalu ramah dan dalam kondisi apa pun selalu menyediakan waktu untuk diwawancarai wartawan ini, membantah kalau keputusannya itu ada kaitannya dengan pemberitaan media massa akhir-akhir ini. "Betul, tidak ada apa-apa. Saya hanya ingin berkonsentrasi menghadapi pertandingan lawan Persija," katanya.
Dari pembicaraannya sebelum masuk ke kamarnya di Mes Persib, sempat terdengar kalau Jaya mengatakan ingin memberikan bukti pada saat pertandingan melawan Persija, 9 Januari mendatang.
Ketika keputusan Jaya puasa bicara ini ditanyakan kepada Yusuf, mantan gelandang Persib ini membenarkannya. "Hanya untuk bergiliran saja. Sekarang saya yang diminta bicara, besok Robby," katanya.
Jangan dijadikan masalah
Dalam perbincangannya, Yusuf sempat meminta kepada media untuk tidak membesar-besarkan persoalan, terutama yang bersifat nonteknis. Karena menurutnya, hal itu akan sangat menguras energi tim pelatih di tengah persiapan sisi teknis para pemainnya menghadapi sebuah pertandingan.
"Soal pemberitaan, itu hak media. Tapi alangkah baiknya kalau media lebih mengajak tim pelatih berdialog melalui pemberitaannya mengenai masalah teknis. Akan sangat baik jika media melakukan evaluasi terhadap pertandingan yang baru terjadi dan mencarikan solusi atau cara untuk mengatasi lawan berikutnya," papar Yusuf.
Dengan cara seperti itu, katanya, tim pelatih bisa sharing dengan media mengenai persoalan teknis. "Kalau ada pemberitaan mengenai persoalan lama, itu sama saja mundur ke belakang dan memaksa kita harus memikirkan persoalan dari nol lagi," katanya.
klik-galamedia.com
Currently have 0 comments: